Kamis, 23 Januari 2014

Ketan Duren Palembang, Makanan Wajib Lebaran di Palembang

Banyak orang yang suka dengan buah Duren, namun ada juga yang tidak terlalu suka dengan Buah Duren ini, termasuk penulis, hehehe ...

Ketika Penulis berkunjung ke Palembang, Penulis disajikan Ketan Duren ..., ketika Lebaran, Ketan Duren di Palembang menjadi makanan khas atau wajib disamping ketupat dan opor ayam lho.

Wow, keren juga yach Ketan Duren ini menjadi makanan yang cukup disukai.


Cara pembuatan Ketan duren ini tidaklah rumit, baik dari penyajian serta cara memasaknya, Saus duren yang biasa jadi campurannya terbuat dari santan kental, gula, serta daging buah duren. Santan yang sudah dimasak bersama dengan bahan-bahan lainnya siap digunakan untuk mencampur beras ketan yang sudah ditanak hingga matang.
Nasi ketan yang legit, ini serasa menyatu dengan rasa duren yang memiliki serat, rasa manisdan aroma khas ini. Gurih dan legitnya nasi ketan duren, yang ditaburi lelehan duren seperti cream dan beberapa sobekan daging buah duren makin memuaskan lidah kita.


 Ini foto ketan Duren yang disajikan kepada penulis :


Karena keterbatasan waktu saya di Palembang, saya tidak menghunting tempat makan Ketan Duren ini, hanya ketika disajikan saja sich :).
Mungkin nanti kita bisa hunting atau survey lagi yach.


Di Jakarta juga ada lho Depot Ketan Duren, silahkan datang sendiri yach ke



Jl. Tanjung Duren NO. 26B, Tanjung Duren


Menurut info di Bekasi juga sudah ada di daerah Grand Galaxy City, Jalan Boulevard Raya blok BV no. 24.

Pempek di Palembang koq selalu enak yach, hehehe


Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu, kali ini Penulis langsung ke Palembangnya, dan memang benar lho, Pempek di Palembang itu dimana saja, enak, tapi ada yang sangat enak, cukup enak dan enak.


Termasuk ketika dijajakan keliling pun, enak juga rasanya
Saya membelinya beberapa potong Pempek-Pempek


kalau ini Pempek Vegetarian, enak juga lho :


ini cukanya, kalo orang Palembang menyebutnya Cuko ...






Ini Foto saya  di Pempek Dempo, di jalan Dempo, Palembang, enak, Karena katanya menggunakan ikan Belida :

Ini Pempek 10 Ulu, di seberang Kelenteng 10 Ulu


Malam hari pun, makan Pempek, tetap enak, saking seringnya makan Pempe, saya lupa nama Pempeknya, hehehe ...


Untuk orang Palembang, pasti mereka lebih tahu tempat makan Pempek-Pempek yang enak-enak dan mantap-mantap, tapi bagi saya orang Jakarta yang mengunjungi Palembang dan ketemu beberapa tempat Makan Pempek, menurut saya Pempek di sana, tetap enak, karena serasa makan yang aselinya, karena di Palembang, hehehe ...

Jumat, 17 Januari 2014

Info Makanan Unik Palembang

Beberapa Makanan Khas dan Unik Palembang versi Johanes Ariffin Wijaya

Sesampainya saya di Bandara Internasional Palembang, Sutan Mahmud Badaruddin II Palembang, saya akan memulai merasakan nikmatnya Kuliner Unik Palembang


Karena saya dan sahabat-sahabat ada acara di Palembang, hari pertama di Palembang saya dan sahabat-sahabat mencoba makanan Palembang, yaitu 

Bakmie Khas Palembang, tidak terlalu banyak perbedaan dengan bakmie-bakmie dari kota-kota lainnya

Nasi Kiampeng, Nasi ini rasanya asin, karena memang ada sayur asinnya, saya juga baru pernah pertama kali makan di Palembang, ketika saya tanyakan dengan sahabat yang asal dari Palembang, Nasi Kiampeng ini biasanya disuguhkan dalam acara-acara.

Setelah makan bakmie Khas Palembang dan Nasi Kiampeng, saya diajak makan Pempek, kuliner khas Palembang, kali ini saya makan Pempek Candy


Alamat Pempek Candy
Jl Jend Sudirman 21 – Telpon : 0711-373765
Jl Kapt A Rivai 260 – Telpon : 0711-318246
Jl R Sukamto 53 – Telpon : 0711-375903
Di Pempek Candy, saya juga menikmati Mie Celor nya, kata sahabat saya mie celornya enak dan mantap ...
Mie Celornya memang enak dan mantappppp lho :)

Setelah makan Pempek Candy, kita ke Rumah Panggung di 4 Ulu, di sana kita dijamu dengan kue khas Palembang, Sari Kaya, kalo di jakarta Sari Kaya itu untuk makan roti, di Palembang, dinikmati langsung.










Selasa, 17 Desember 2013

2 Versi Asal usul Nama Palembang

Sebetulnya saya sudah pernah ke Palembang, yang terkenal dari Palembang, tentu makanan yang bernama Pempek, hampir dimana-mana kita bisa temukan makanan khas Palembang ini, di Hotel, ketika Breakfast pagi pun, orang berani memakan Pempek dengan cuko nya yang asem dan pedas ini (Kalau saya di Jakarta, lumayan juga takut sakit perut yach), namun bagi orang Palembang makan pempek di pagi hari sudah menjadi kebiasaan.

Namun kali ini, saya tidak membahas Pempek, nanti pada  tulisan lainnya saya akan menulis tentang Pempek, yang ingin saya bagikan adalah Asal usul Nama Palembang, karena terus terang saya juga penasaran dengan Nama Palembang.

Menurut sejarah Kota Palembang, adalah kota Tertua di Indonesia, berumur sekitar 1382 tahun, menurut Prasasti Sriwijaya.

Rupanya ada 2 versi Asal usul Nama Palembang, ini yang saya dapat dari beberapa informasi dan juga di google.


Menurut sejarah Indonesia, kala itu Kerajaan Sriwijaya sedang kehilangan pemimpin.  Adipati Ario Damar mangkat pada waktu itu, sementara Raden Fatah dan Raden Hasan telah hijrah ke Pulau Jawa. Hal ini memunculkan kebingungan di dalam pikiran rakyat Sriwijaya sendiri. 
Namun, Sunan Gunung Jati kemudian datang ke Kadipaten Sriwijaya. Beliau berpesan bahwa sebentar lagi akan datang rombongan murid dari negeri Tiongkok bernama Pai Li Bang. Menurut Sunan Gunung Jati, Pai Li Bang merupakan sosok yang pantas untuk menggantikan Ario Damar, sebab Pai Li Bang ini di negeri asalnya adalah seorang menteri negara yang berpengalaman di bidang kenegaraan. 

Karena lidah orang Indonesia sedikit sulit menyebutkan kata-kata asing tersebut, diseraplah nama Pai Li Bang menjadi Palembang. Ya, itulah sekelumit sejarah Indonesia mengenai asal usul nama Palembang.

Lalu, bagaimana asal usul nama Palembang versi cerita rakyat? Saya coba ambil dari  cerita rakyat ini dari buku Legenda Rakyat Nusantara yang ditulis ulang oleh Kak Tami Widiasari, terbitan Galang Press, Yogyakarta, 2010.

***

Ceritanya adalah bermula Ketika Putri Ayu Sundari dan pengiringnya masih berada di Bukit Seguntang Mahameru, ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan di Pantai Sumatera Selatan. Penumpangnya adalah tiga orang kakak beradik, putra dari Raja Iskandar Zulkarnain.

Ketiga orang ini selamat dari maut, dan terdampar di Bukit Seguntang Mahameru. Mereka disambut oleh Putri Ayu Sundari. Salah seorang dari putra tertua Raja Iskandar Zulkarnain, yaitu Sang Sapurba kemudian menikah dengan Putri Ayu Sundari dan kedua saudaranya menikah dengan keluarga putri itu.

Karena Bukit Seguntang Mahameru berdiam di Sungai Melayu. Maka, Sang Sapurba dan istrinya mengaku sebagai orang Melayu. Anak cucu mereka kemudian berkembang dan ikut kegiatan di daerah Lembang. Nama Lembang semakin terkenal.

Kemudian, ketika orang hendak ke Lembang selalu mengatakan akan ke Palembang. Kata "pa" dalam bahasa Melayu tua menunjukkan daerah atau lokasi.

Di sana, ekonomi bertumbuh dengan pesat. Orang-orang ramai berdatangan ke daerah tersebut. Sungai Musi dan Sungai Musi Banyuasin menjadi jalur perdagangan kuat terkenal sampai ke negara lain. Nama Lembang pun berubah menjadi Palembang.

Demikianlah, asal usul nama Palembang berdasarkan versi cerita rakyat Indonesia. Walaupun mungkin saja ada kemungkinan asal usul nama Palembang lainnya.

Namun setidaknya kedua versi ini sudah membuat rasa penasaran saya hilang, inilah Palembang ...

Palembang, Saya Datang

Halo sahabat-sahabat, nama saya Johanes Ariffin Wijaya, saya seorang Penulis Buku, juga seorang Pembicara-Indonesia, kali ini saya akan mengunjungi Kota Palembang, mulai tanggal 19 Desember 2013 - 23 Desember 2013.
Kebetulan di Palembang, akan ada acara Kirab Sriwijaya yang tentunya sangat luar biasa #anTusias, selain itu saya juga akan meliput info-info atau kegiatan Kuliner di Kota Pempek ini.

Mulai tanggal 19 desember 2013, saya akan meliput kegiatan saya di Palembang, sampai tanggal 23 Desember 2013, nantikan yach sahabat-sahabat.
Salam anTusias,

@johanesaw